Sabtu, 01 September 2012

Pekerjaan Kita? Bukan! Pekerjaan Tuhan.

Bahan Bacaan: 1 Korintus 15:58 (Bacaan GKP, Minggu 2 September 2012)
“Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”
στε, δελφοί μου γαπητοί, δραοι γίνεσθε, μετακίνητοι, περισσεύοντες ν τ ργ το κυρίου πάντοτε, εδότες τι κόπος μν οκ στιν κενς ν κυρί.[1]
Alternatif terjemahan:
“Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, tetap berkelimpahan dalam pekerjaan Tuhan! Mengetahui bahwa jerih payahmu itu tidak akan sia-sia dalam Tuhan”
Apakah yang tidak akan sia-sia dalam Tuhan? Seringkali kita membayangkan bahwa yang tidak akan sia-sia adalah ketika kita melakukan suatu pekerjaan dalam Tuhan. Mendengar kata pekerjaan dalam Tuhan kita mungkin akan mengartikannya dengan beberapa arti. Bagi beberapa orang itu berarti bahwa ia harus lebih terlibat dalam aktivitas-aktivitas gereja. Bagi orang-orang lain, itu berarti meningkatkan kehidupan doa dan pembelajaran Alkitab. Beberapa yang lain menganggap bahwa mereka harus berpuasa untuk mengalami terobosan ke tingkat rohani selanjutnya. Benarkah Allah menghendaki yang demikian.
Hal yang pertama harus kita ingat adalah dasar dari semua itu adalah semua itu dalam Tuhan. Paulus tidak memisahkan keberadaan kita dalam Kristus lepas dari maksud pembicaraannya. Saat itu Paulus bercerita tentang kebangkitan tubuh. Bahwa nanti akan ada kebangkitan tubuh dan itu adalah sesuatu yang nyata dan dapat mereka andalkan dalam pengharapan mereka. Mereka boleh menganggap itu sebagai hadiah yang nyata bahwa Kristus adalah Tuhan mereka, dan itu bukan hanya mengenai perkara di dunia ini. Ia tidak tengah bercerita tentang sebuah pekerjaan yang harus dilakukan.
Hal yang ke dua, Paulus tidak bercerita tentang pekerjaan yang harus mereka lakukan, namun Paulus tengah cerita tentang pekerjaan Tuhan yang mereka sebagai umatnya harus tetap bediri teguh, tidak goyah dan berkelimpahan di dalam pekerjaan Tuhan itu. Tuhanlah yang melakukan semua pekerjaan itu sedangkan mereka hanya harus berpegang erat pada pekerjaan Tuhan itu.
Apa yang Allah minta dari kita? Pekerjaan apa yang Allah inginkan agar kita melakukan pekerjaan itu? Pekerjaan yang harus manusia lakukan adalah berdiri teguh, tidak goyah dan berkelimpahan untuk tetap dalam pekerjaan Tuhan. Satu-satunya hal yang harus kita lakukan adalah beriman pada pekerjaan yang saat ini Allah sedang kerjakan. Tidak ada yang harus dikerjakan. Tidak ada harga yang harus kita bayar karena itu sudah di bayar penuh. Peran kita hanyalah beristirahat di dalam Dia dan menghidupi pekerjaan yang telah selesai.
Apakah anda ingin melihat Allah bekerja? Bila anda memiliki iman, maka Allah akan ada pada diri anda, dan anda akan melihat Allah bekerja melalui anda melalui rutinitas sehari-hari anda. Percaya saja padaNya dan maju dalam iman. Sesederhana itu. Yesaya 26:12 mengatakan “segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami.” Allah telah mengatur beberapa hal yang Allah ingin lakukan melalui kita, sebelum kita sendiri melakukannya.
Paulus mengatakan sesuatu yang serupa. Efesus 2:10 “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” Allah telah mempersiapkan segala sesuatu yang akan Ia lakukan melalui kita yang percaya kepadaNya. Untuk dipakai olehNya tidaklah tergantung pada rencana kita dan kemapuan kita untuk membayar harganya. Kita hanya haruslah mempercayaiNya dan menjalani rencana yang telah Ia atur bagi kita sejak dari awalnya.
Allah telah merencanakan untuk memakai hidup kita. Oleh peristiwa salib, Ia telah menyingkirkan semua rintangan yang membuat kita tidak menyadari rencana itu. Satu-satunya hal yang harus kita lakukan adalah percaya kepadaNya dan menyerahkan diri sepenuhnya dalam tuntunan, hikamt dan kuasaNya. Tetap teguh, tidak goyah, dan berkelimpahan dalam pekerjaan Allah yang saat ini dikerjakanNya dalam kita. Kebangkitan Kristus memungkinkan kita mengerti itu. Usaha untuk mengerti dan menyerahkan diri itu akan menjadi sesuatu yang tidak sia-sia bagi kita. Kita tidak perlu giat bagi Tuhan. Kita hanya harus makin berserah. Kita tidak bisa menambahkan sesuatu pada pekerjaan Tuhan agar itu makin sempurna, sebaliknya kita harus melepaskan kehendak kita supaya Ia boleh makin berkarya dalam kita.


[1] Friberg, B., Friberg, T., Aland, K., & Institute for New Testament Textual Research (U.S.). (2001). Vol. 1: Analytical Greek New Testament : Greek text analysis. Baker's Greek New Testament library (1 Co 15:58). Cedar Hill, Texas: Silver Mountain Software.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar